Tulungagung — Dalam rangka memeriahkan OkazFest 2025 sekaligus memperingati Ulang Tahun ke-10 Program Studi Bahasa dan Sastra Arab, telah diselenggarakan Seminar Okaz Fest bertajuk “Bahasa, Ilmu, dan Peradaban: Peran Filologi dalam Revitalisasi Manuskrip Kuno”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, bertempat di Gedung Pascasarjana UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dan terbuka untuk umum.
Seminar ini bertujuan untuk membuka wawasan akademik mengenai kemajuan peradaban ilmu pengetahuan yang terekam dalam manuskrip-manuskrip kuno, khususnya melalui pendekatan kajian filologi. Filologi dipandang memiliki peran strategis dalam menjaga, mengkaji, dan merevitalisasi khazanah keilmuan klasik agar tetap relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan masa kini.
Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Arsanti Wulandari, S.S., M.Hum., dosen Program Studi Bahasa, Sastra, dan Budaya, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan pentingnya filologi sebagai jembatan antara masa lalu dan masa kini, terutama dalam upaya pelestarian serta pemaknaan ulang manuskrip kuno yang sarat dengan nilai-nilai keilmuan, budaya, dan peradaban.
Kegiatan seminar dipandu oleh Dr. Ahmad Muhdhor, Lc., M.Pd.I, dosen muda Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN SATU Tulungagung, yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif, ditandai dengan antusiasme peserta dalam sesi tanya jawab terkait kontribusi filologi terhadap pengembangan studi bahasa, sastra, dan sejarah peradaban Islam.
Seminar Okaz Fest ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan penting dalam Semarak OkazFest 2025, yang mencerminkan visi dan misi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dalam menguatkan peran akademik, keilmuan, dan peradaban. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa, akademisi, dan masyarakat umum semakin menyadari pentingnya manuskrip kuno sebagai warisan intelektual yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan.

