Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) menyelenggarakan kegiatan Visiting Lecture dengan menghadirkan Prof. Dr. Tameer Sa’ad al Gazawi, Guru Besar Linguistik dan Linguistik Komparatif, Fakultas Sastra, Universitas Suez Canal (جامعة قناة السويس). Kegiatan akademik tersebut dilaksanakan pada Senin, 7 September 2026, bertempat di Prajnaparamita Meeting Room Lantai 2, pada pukul 13.00–15.30 WIB.
Kegiatan ini mengangkat tema “أثر اللغات الأجنبية في تطوّر المعاجم العربية المعاصرة: بين الاقتراض والتعريب والتوليد” yang secara akademik dapat dimaknai sebagai “Pengaruh Bahasa Asing dalam Perkembangan Kamus Arab Kontemporer: antara Peminjaman, Arabisasi, dan Pembentukan Kosakata Baru.”
Visiting Lecture ini merupakan bagian dari upaya Program Studi Bahasa dan Sastra Arab dalam memperluas wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperkuat keterhubungan pembelajaran bahasa Arab dengan perkembangan linguistik kontemporer. Kehadiran akademisi dari perguruan tinggi luar institusi juga menjadi momentum penting untuk memperluas jejaring akademik dan menghadirkan perspektif keilmuan yang lebih luas kepada mahasiswa.
Dalam pemaparannya, Prof. Dr. Tameer Sa’ad al Gazawi membahas perkembangan kosakata bahasa Arab dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan interaksi antarbahasa. Perkembangan tersebut menempatkan bahasa Arab pada situasi kebahasaan yang dinamis, khususnya dalam proses pembentukan dan pengayaan kosakata yang digunakan dalam konteks kehidupan modern.
Salah satu persoalan penting yang menjadi perhatian adalah masuknya berbagai istilah dan kosakata dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab. Fenomena tersebut tidak dapat dilepaskan dari semakin intensifnya interaksi antara bahasa Arab dengan bahasa-bahasa lain, terutama dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, ekonomi, komunikasi, media, dan kebudayaan.
Dalam konteks tersebut, الاقتراض (al-iqtirāḍ/peminjaman), التعريب (at-ta‘rīb/Arabisasi), dan التوليد (at-tawlīd/pembentukan atau derivasi kosakata baru) menjadi tiga mekanisme penting dalam perkembangan leksikon bahasa Arab kontemporer.
Pembahasan mengenai الاقتراض menunjukkan bahwa suatu bahasa dapat memperkaya khazanah kosakatanya melalui proses peminjaman dari bahasa lain. Fenomena tersebut merupakan bagian dari dinamika alami bahasa yang terjadi karena adanya kontak bahasa dan kebutuhan untuk menamai konsep, benda, teknologi, atau fenomena baru.
Sementara itu, التعريب berkaitan dengan proses penyesuaian unsur atau istilah asing ke dalam sistem bahasa Arab, baik dari aspek fonologi, morfologi, maupun penggunaannya dalam konteks komunikasi Arab. Proses ini menjadi salah satu cara untuk mengakomodasi istilah asing tanpa sepenuhnya melepaskannya dari karakteristik sistem bahasa Arab.
Adapun التوليد berkaitan dengan upaya menghasilkan atau membentuk kosakata baru dengan memanfaatkan potensi internal bahasa Arab. Mekanisme ini memiliki posisi strategis karena bahasa Arab memiliki sistem derivasi yang memungkinkan pembentukan sejumlah istilah baru berdasarkan pola-pola kebahasaan yang tersedia.
Ketiga proses tersebut menunjukkan bahwa perkembangan bahasa Arab kontemporer tidak berlangsung secara statis. Bahasa Arab terus beradaptasi dengan kebutuhan penuturnya serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun pada saat yang sama tetap berhadapan dengan persoalan bagaimana mempertahankan karakteristik dan identitas kebahasaannya.
Materi yang disampaikan narasumber memiliki relevansi yang kuat dengan bidang keilmuan mahasiswa BSA. Kajian tentang perkembangan mu‘jam Arab kontemporer tidak hanya berkaitan dengan aspek leksikografi, tetapi juga berhubungan dengan linguistik, sosiolinguistik, morfologi, penerjemahan, perkembangan istilah, serta dinamika bahasa Arab dalam menghadapi globalisasi.
Mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa kosakata bahasa Arab yang mereka temui dalam berbagai sumber kontemporer tidak selalu merupakan kosakata klasik. Sebagian merupakan hasil interaksi dengan bahasa lain, sebagian melalui proses arabisasi, dan sebagian lainnya merupakan hasil kreativitas serta produktivitas internal bahasa Arab.
Dengan demikian, mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami kosakata secara tekstual, tetapi juga mampu melihat latar belakang pembentukan, perubahan, dan perkembangan makna suatu kosakata dalam konteks kebahasaan kontemporer.
Pembahasan tersebut juga sangat relevan dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Munculnya berbagai istilah baru dalam bidang teknologi informasi, media sosial, kecerdasan buatan, ekonomi digital, dan komunikasi global menuntut bahasa Arab untuk terus mengembangkan perangkat leksikal yang mampu merepresentasikan konsep-konsep baru tersebut.



