Tulungagung, 28 Juli 2026 — Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Model Evaluasi Keterampilan Menulis Bahasa Arab melalui Integrasi Instagram dan Canva dalam Pembelajaran Maharah Kitabah.” Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 28 Juli 2026, pukul 10.00–12.00 WIB, bertempat di Gedung Arief Mustaqiem Lt. 2 Meeting Room.
Kegiatan FGD diselenggarakan sebagai forum akademik untuk mendiskusikan pengembangan model evaluasi keterampilan menulis bahasa Arab (maharah kitabah) yang relevan dengan perkembangan teknologi dan karakteristik pembelajaran di era digital. Integrasi media sosial Instagram dan aplikasi desain digital Canva menjadi salah satu alternatif inovatif dalam menciptakan proses pembelajaran dan evaluasi keterampilan menulis yang lebih kreatif, kontekstual, komunikatif, dan menarik bagi mahasiswa.
Dalam kegiatan tersebut, Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I. hadir sebagai narasumber. Kehadiran narasumber diharapkan dapat memberikan perspektif akademik dan pengalaman praktis terkait pembelajaran maharah kitabah, khususnya dalam merancang evaluasi keterampilan menulis bahasa Arab dengan memanfaatkan media digital. Penunjukan Dr. Nuryani sebagai narasumber secara resmi tercantum dalam surat permohonan narasumber dari Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan.
Diskusi dalam FGD diarahkan pada pentingnya inovasi evaluasi pembelajaran maharah kitabah agar tidak hanya berorientasi pada hasil tulisan secara konvensional, tetapi juga mampu mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, literasi digital, serta kemampuan mahasiswa dalam menyajikan gagasan melalui media yang dekat dengan kehidupan mereka.
Instagram dapat dimanfaatkan sebagai ruang publikasi sekaligus media komunikasi hasil karya mahasiswa. Melalui platform tersebut, mahasiswa dapat menyusun teks berbahasa Arab dalam bentuk caption, poster digital, maupun konten edukatif lainnya. Sementara itu, Canva dapat digunakan untuk mendukung proses kreatif mahasiswa dalam merancang tampilan visual yang menarik dan komunikatif.
Integrasi kedua platform tersebut memberikan peluang bagi dosen untuk mengembangkan evaluasi yang lebih autentik. Penilaian tidak hanya diarahkan pada aspek kebahasaan, seperti ketepatan kosakata, struktur kalimat, dan kaidah bahasa Arab, tetapi juga dapat mencakup aspek kreativitas, keterbacaan, keterpaduan isi, kemampuan menyampaikan pesan, serta pemanfaatan teknologi digital.
Melalui FGD ini, evaluasi keterampilan menulis bahasa Arab dipandang perlu dikembangkan dari model yang semata-mata mengukur kemampuan menghasilkan tulisan menjadi evaluasi yang mampu merepresentasikan kemampuan mahasiswa dalam merancang, menulis, mengedit, menyajikan, dan mempublikasikan karya berbahasa Arab dalam ruang digital.
Pendekatan tersebut sejalan dengan kebutuhan pembelajaran bahasa Arab di era digital. Mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menulis secara benar, tetapi juga mampu mengomunikasikan gagasan secara efektif melalui berbagai bentuk media digital.
Dengan demikian, pemanfaatan Instagram dan Canva dapat menjadi bagian dari strategi pembelajaran yang mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya tulis bahasa Arab yang lebih kreatif sekaligus memiliki nilai komunikatif dan publikatif.
Kegiatan FGD berlangsung sebagai ruang akademik untuk bertukar gagasan dan memperkaya perspektif mengenai inovasi evaluasi pembelajaran maharah kitabah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan model evaluasi keterampilan menulis bahasa Arab yang kontekstual, kreatif, autentik, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.
Melalui integrasi Instagram dan Canva, pembelajaran maharah kitabah diharapkan tidak lagi terbatas pada aktivitas menulis di dalam kelas, tetapi berkembang menjadi pengalaman belajar yang memungkinkan mahasiswa menghasilkan karya, memperoleh umpan balik, melakukan perbaikan, dan mempublikasikan hasil karyanya melalui media digital.
Kegiatan FGD ini menjadi salah satu bentuk komitmen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam mendorong inovasi pembelajaran bahasa Arab yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa dan perkembangan pendidikan di era digital.
Catatan: reportase di atas sengaja tidak menambahkan nama peserta, hasil keputusan FGD, atau dokumentasi kegiatan yang tidak tercantum dalam surat. Data tersebut bisa ditambahkan apabila Ibu memiliki foto kegiatan, daftar peserta, materi narasumber, atau notulen FGD.


