KOORPRODI BSA MEWAKILI FUAD UIN SAYYID ALI RAHMATULLAH TULUNGAGUNG JALIN KERJA SAMA INTERNASIONAL DENGAN ILILM MALAYSIA

Tulungagung, 23 Juli 2026 — Prodi BSA mewakili Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan International League of Islamic Literature Malaysia (ILILM). MoU tersebut ditetapkan pada 23 Juli 2026 sebagai landasan kerja sama dalam bidang akademik, penelitian, publikasi, pengembangan literasi Islam, serta berbagai kegiatan pendidikan dan kebudayaan.

ILILM merupakan organisasi profesi nonpemerintah internasional yang bergerak dalam pengembangan, promosi, penelitian, publikasi, pendidikan, dan diseminasi literatur Islam. Organisasi tersebut terdaftar di Malaysia sejak tahun 2016 dan berkedudukan di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur. Sementara itu, FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung merupakan fakultas yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang studi Islam, humaniora, ilmu sosial, pendidikan, serta bahasa dan sastra Arab.

Kerja sama ini bertujuan membangun kerangka kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Melalui MoU tersebut, ILILM dan FUAD UIN SATU berkomitmen untuk saling memberikan dukungan berupa keahlian, sumber daya manusia, informasi, serta dukungan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati cukup luas. Kedua pihak berencana mendorong penyelenggaraan bersama berbagai kegiatan akademik internasional, seperti konferensi, kongres, seminar, webinar, simposium, workshop, kolokium, forum sastra, dan kuliah umum. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat dialog keilmuan, diseminasi pengetahuan, dan keterlibatan akademik pada tingkat global.

Selain kegiatan akademik, kerja sama juga mencakup pengembangan dan publikasi buku ilmiah, jurnal akademik, prosiding konferensi, karya sastra, monograf penelitian, policy paper, serta berbagai publikasi akademik dan profesional lainnya. Kolaborasi dalam penerjemahan, penyuntingan, dan diseminasi karya ilmiah juga menjadi bagian penting dari kesepakatan tersebut.

Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak membuka peluang untuk membangun kemitraan strategis dalam pengajuan hibah bersama, jasa konsultasi, program pemberdayaan masyarakat, pengembangan kebijakan, serta berbagai proyek yang mendukung pembangunan akademik dan sosial yang berkelanjutan.

Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan literatur Islam, bahasa Arab, warisan budaya, dan kreativitas intelektual melalui penyelenggaraan kompetisi sastra, festival budaya, program penulisan kreatif, pameran buku, penghargaan sastra, kampanye membaca, dan kegiatan sejenis lainnya. Di samping itu, kedua pihak dapat menyelenggarakan program pengembangan profesional, peningkatan kapasitas, pelatihan, kursus sertifikasi, workshop, dan mentoring akademik bagi dosen, peneliti, pendidik, mahasiswa, maupun tenaga profesional.

Menariknya, MoU ini juga memberikan perhatian terhadap transformasi digital. Kedua pihak bersepakat membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan digital, platform pembelajaran daring, aplikasi kecerdasan buatan, proyek digital humanities, sumber belajar multimedia, serta teknologi berbagi pengetahuan lainnya. Hal ini menjadi langkah strategis dalam merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan tinggi di era digital.

Kerja sama tersebut tidak menimbulkan kewajiban finansial bagi salah satu pihak kepada pihak lainnya. Masing-masing pihak bertanggung jawab atas biaya dan pengeluaran yang berkaitan dengan pelaksanaan MoU sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan yang berlaku. MoU mulai berlaku sejak ditandatangani dan memiliki masa berlaku selama lima tahun, dengan kemungkinan diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis bagi FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam memperluas jaringan akademik internasional sekaligus meningkatkan peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, sastra, bahasa Arab, pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi digital.

Bagi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), kerja sama ini juga membuka ruang yang luas untuk mengembangkan jejaring akademik dan keilmuan, khususnya dalam kajian bahasa dan sastra Arab, literatur Islam, penelitian, publikasi ilmiah, forum sastra, serta kegiatan akademik internasional. Dengan demikian, MoU FUAD UIN SATU dengan ILILM Malaysia diharapkan tidak berhenti pada dokumen kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat.

Tulungagung, 23 Juli 2026 — Prodi BSA mewakili Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung memperkuat jejaring kerja sama internasional melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan International League of Islamic Literature Malaysia (ILILM). MoU tersebut ditetapkan pada 23 Juli 2026 sebagai landasan kerja sama dalam bidang akademik, penelitian, publikasi, pengembangan literasi Islam, serta berbagai kegiatan pendidikan dan kebudayaan.

ILILM merupakan organisasi profesi nonpemerintah internasional yang bergerak dalam pengembangan, promosi, penelitian, publikasi, pendidikan, dan diseminasi literatur Islam. Organisasi tersebut terdaftar di Malaysia sejak tahun 2016 dan berkedudukan di International Islamic University Malaysia (IIUM), Kuala Lumpur. Sementara itu, FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung merupakan fakultas yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya dalam bidang studi Islam, humaniora, ilmu sosial, pendidikan, serta bahasa dan sastra Arab.

Kerja sama ini bertujuan membangun kerangka kolaborasi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Melalui MoU tersebut, ILILM dan FUAD UIN SATU berkomitmen untuk saling memberikan dukungan berupa keahlian, sumber daya manusia, informasi, serta dukungan lain yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan kerja sama.

Adapun ruang lingkup kerja sama yang disepakati cukup luas. Kedua pihak berencana mendorong penyelenggaraan bersama berbagai kegiatan akademik internasional, seperti konferensi, kongres, seminar, webinar, simposium, workshop, kolokium, forum sastra, dan kuliah umum. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperkuat dialog keilmuan, diseminasi pengetahuan, dan keterlibatan akademik pada tingkat global.

Selain kegiatan akademik, kerja sama juga mencakup pengembangan dan publikasi buku ilmiah, jurnal akademik, prosiding konferensi, karya sastra, monograf penelitian, policy paper, serta berbagai publikasi akademik dan profesional lainnya. Kolaborasi dalam penerjemahan, penyuntingan, dan diseminasi karya ilmiah juga menjadi bagian penting dari kesepakatan tersebut.

Dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak membuka peluang untuk membangun kemitraan strategis dalam pengajuan hibah bersama, jasa konsultasi, program pemberdayaan masyarakat, pengembangan kebijakan, serta berbagai proyek yang mendukung pembangunan akademik dan sosial yang berkelanjutan.

Kerja sama juga diarahkan pada pengembangan literatur Islam, bahasa Arab, warisan budaya, dan kreativitas intelektual melalui penyelenggaraan kompetisi sastra, festival budaya, program penulisan kreatif, pameran buku, penghargaan sastra, kampanye membaca, dan kegiatan sejenis lainnya. Di samping itu, kedua pihak dapat menyelenggarakan program pengembangan profesional, peningkatan kapasitas, pelatihan, kursus sertifikasi, workshop, dan mentoring akademik bagi dosen, peneliti, pendidik, mahasiswa, maupun tenaga profesional.

Menariknya, MoU ini juga memberikan perhatian terhadap transformasi digital. Kedua pihak bersepakat membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan perpustakaan digital, platform pembelajaran daring, aplikasi kecerdasan buatan, proyek digital humanities, sumber belajar multimedia, serta teknologi berbagi pengetahuan lainnya. Hal ini menjadi langkah strategis dalam merespons perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan tinggi di era digital.

Kerja sama tersebut tidak menimbulkan kewajiban finansial bagi salah satu pihak kepada pihak lainnya. Masing-masing pihak bertanggung jawab atas biaya dan pengeluaran yang berkaitan dengan pelaksanaan MoU sesuai dengan kemampuan dan kesepakatan yang berlaku.

MoU mulai berlaku sejak ditandatangani dan memiliki masa berlaku selama lima tahun, dengan kemungkinan diperpanjang berdasarkan kesepakatan bersama.

Penandatanganan MoU ini menjadi langkah strategis bagi FUAD UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dalam memperluas jaringan akademik internasional sekaligus meningkatkan peluang kolaborasi dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi, sastra, bahasa Arab, pengembangan sumber daya manusia, dan transformasi digital.

Bagi Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), kerja sama ini juga membuka ruang yang luas untuk mengembangkan jejaring akademik dan keilmuan, khususnya dalam kajian bahasa dan sastra Arab, literatur Islam, penelitian, publikasi ilmiah, forum sastra, serta kegiatan akademik internasional. Dengan demikian, MoU FUAD UIN SATU dengan ILILM Malaysia diharapkan tidak berhenti pada dokumen kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat nyata bagi dosen, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat.