Tulungagung — Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Sedunia, Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA), Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung (UINSATU) menyelenggarakan Seminar Internasional Bahasa Arab (ندوة عالمية) secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 22 Desember 2025.
Seminar internasional ini mengangkat tema “Bahasa dan Sastra Arab di Era Kecerdasan Buatan: Tantangan Estetika dan Inovasi Digital” (اللغة العربية وآدابها في عصر الذكاء الاصطناعي: التحدّيات الجمالية والابتكار الرقمي). Tema tersebut dipilih sebagai respons terhadap perkembangan pesat teknologi kecerdasan buatan yang turut memengaruhi kajian, pengajaran, dan pengembangan bahasa serta sastra Arab di era digital.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber internasional dari Universitas Abdelmalek Essaadi, Fakultas Seni dan Humaniora, Martil, Kerajaan Maroko, yaitu Cand. Dr. Yassine Elhaouari dan Cand. Dr. Aghoullaych Abdelali. Keduanya memaparkan perspektif akademik mengenai peluang dan tantangan bahasa serta sastra Arab dalam menghadapi era kecerdasan buatan, khususnya dari sisi estetika bahasa, inovasi digital, dan pengembangan keilmuan.
Seminar dibuka dengan opening speech oleh Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I, selaku Koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UINSATU. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya kolaborasi internasional dan penguatan literasi digital bagi mahasiswa serta akademisi bahasa Arab agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keilmuan dan budaya.
Kegiatan seminar dipandu oleh Rifqi Ali Al Sya’bana, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UINSATU, yang bertindak sebagai moderator. Diskusi berlangsung interaktif dengan partisipasi aktif dari peserta yang berasal dari berbagai kalangan akademisi dan mahasiswa, baik dari dalam maupun luar negeri.
Seminar internasional ini berlangsung mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai (menyesuaikan waktu Maroko) dan diharapkan dapat menjadi wadah pertukaran gagasan, memperluas wawasan keilmuan, serta memperkuat peran bahasa dan sastra Arab di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan


