Jakarta – Suasana ilmiah dan penuh antusiasme mewarnai Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab (PIINBA) ke-15 yang digelar di Universitas Darunnajah, Jakarta, pada 6–8 Agustus 2025. Acara yang diselenggarakan oleh Ittihad Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyyah bi Indonesia (IMLA Indonesia) bekerja sama dengan Universitas Darunnajah ini mengusung tema besar “Bahasa Arab di Era Kecerdasan Buatan: Kebijakan, Perencanaan, dan Pengajaran”.
PIINBA XV menjadi ajang pertemuan para akademisi, peneliti, dan praktisi bahasa Arab dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia maupun mancanegara. Forum ini membahas beragam isu strategis terkait pembelajaran bahasa Arab, termasuk pemanfaatan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan, media sosial, dan aplikasi digital dalam proses pengajaran.
Salah satu sesi paralel yang menarik perhatian peserta adalah pemaparan makalah oleh Dr. Nuryani, S.Ag., M.Pd.I., Ketua Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Makalah yang disampaikannya berjudul “Penggunaan Instagram dalam Pembelajaran Maharah al-Kalam Mahasiswa Prodi BSA UIN Tulungagung”.
Dalam presentasinya, Dr. Nuryani memaparkan hasil penelitian dan praktik pembelajaran yang memanfaatkan Instagram sebagai media kreatif untuk meningkatkan keterampilan berbicara (maharah al-kalam) mahasiswa. Ia menjelaskan bahwa Instagram, dengan fitur-fitur interaktifnya seperti video singkat, siaran langsung, dan unggahan visual, dapat menjadi sarana efektif untuk melatih pelafalan, kosakata, dan kelancaran berbicara dalam bahasa Arab.
“Media sosial, jika digunakan secara tepat, dapat menjadi jembatan yang mempertemukan dunia akademik dengan dunia nyata mahasiswa. Instagram memungkinkan pembelajaran lebih kontekstual, kreatif, dan menarik, sekaligus mendorong kepercayaan diri mahasiswa dalam berkomunikasi bahasa Arab,” ujar Dr. Nuryani di hadapan peserta.
Presentasi ini mendapat sambutan positif dari audiens, yang sebagian besar adalah pengajar bahasa Arab dari berbagai perguruan tinggi. Beberapa peserta bahkan menyampaikan bahwa ide pemanfaatan Instagram ini relevan untuk diadopsi di kelas mereka, terutama untuk generasi mahasiswa yang sangat akrab dengan media sosial.
Selain sesi paralel, PINBA XV juga diisi dengan diskusi panel, workshop, dan pameran buku yang semuanya berfokus pada penguatan pembelajaran bahasa Arab di era digital. Acara ini diakhiri dengan rumusan rekomendasi bersama yang diharapkan dapat menjadi acuan pengembangan kebijakan pembelajaran bahasa Arab di masa depan.
Untuk artikel dapat dibaca pada link berikut;
https://journal.imla.or.id/index.php/pinba/article/view/1055/234

