HMPS melalui FORMAD/SIASAT II membedah film dengan tajuk “Bincang Film Turah”.

Tulungagung — Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab (HMPS BSA) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung kembali menyelenggarakan kegiatan FORMAD/SIASAT II dengan tajuk “Bincang Film Turah” pada Senin, 30 Mei 2022. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Warkop Bagong, salah satu tempat tongkrongan yang cukup dikenal di kalangan mahasiswa Tulungagung.

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka yang menghadirkan analisis kritis terhadap film Turah karya Wicaksono Wisnu Legowo, sebuah film yang menggambarkan potret kemiskinan dan ketimpangan sosial di kampung Tirang, wilayah pinggiran yang terpinggirkan. Para peserta yang terdiri dari mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab aktif berdiskusi, membedah pesan-pesan sosial dan kultural dalam film, serta mengaitkannya dengan teori sastra dan pendekatan kritik sosial.

Dengan suasana yang santai namun tetap sarat makna, kegiatan ini memberikan warna baru dalam pengembangan literasi visual dan pemahaman konteks sosial melalui medium film. Bincang Film Turah menjadi jembatan bagi mahasiswa untuk belajar memahami realitas masyarakat melalui seni sinema, sekaligus melatih kepekaan terhadap persoalan kemanusiaan dan keadilan sosial.

Kegiatan FORMAD/SIASAT (Forum Mahasiswa Diskusi – Studi Isu Arab dan Sastra) merupakan salah satu program rutin HMPS BSA yang bertujuan mengembangkan wawasan kritis mahasiswa dalam melihat hubungan antara sastra, budaya, dan isu sosial kontemporer, baik di dunia Arab maupun di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan ini, HMPS BSA berharap dapat terus mendorong semangat intelektual mahasiswa untuk membaca dunia melalui berbagai medium, termasuk karya sastra dan film, serta mengasah kemampuan analisis dan ekspresi kritis mereka secara aktif dan kreatif.